p0em’s
June 9, 2008
Aku Minum Perih Kopi
PagiI dan aku masih enggan bersapaan
Meski hanya sekedar ucap salah :
Selamat pagi, hati yang kalah.
Atau semacam tabik tak terarah :
Selamat pagi, mata yang lelah.
Darah siapa menetes di meja?
Sepuntung rokok mendampinginya
Sia-sia Kah?